Postingan

Menampilkan postingan dengan label Do'a

Do'a Mohon Cinta Allah

Dari Abu Darda` radhiAllahu `anhu berkata, Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bersabda: كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ:  أَللَّهُمَّ، إِنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ،  وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ.  أَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي Di antara doa Nabi Daud sallAllahu `alaihi wasallam adalah:   "Allaahumma innii as'aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal 'amalal ladzii yubbaligunii hubbaka. Allaahummaj'al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii." "Ya Allah, aku memohon curahan cinta-Mu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu, serta mohon curahan amal yang dapat mengantarkan diriku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam jiwaku melebihi kecintaanku kepada diri sendiri & keluargaku". (H.R.Tirmidzi) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pentingnya Doa dan Motivasi Ibu untuk Anaknya

Pesan utk Anakku.. "Anakku......, Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma' binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. "Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!)," kata Asma' kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada' dan kata-kata Asma' abadi hingga kini. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya. Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati...

Doa Ibu

Berikut cerita Ustaz Yusuf Mansur tentang doa ibu. Semasa kecil saya dimandikan sama ibu saya. Hampir di setiap mandi, pas dikeringkan, pagi sore, ibu berdoa, "Mudah-mudahan Jam'an, bisa jadi Guru Mansur. Bisa jadi ulama besar, kyai besar." Ibu saya memintakan nama bagi saya bayi saat itu kepada almarhum KH. Sanusi Hasan. Dan diberikanlah nama: Jam'an. Lengkapnya Jam'an Nurchotib Mansur. Yang punya arti kurang lebih: Berkumpulnya cahaya para khotib, cahaya para penceramah.Dan Mansur merujuk nama KH. Mohammad Mansur atau yang dikenal dengan nama Guru Mansur. Beliau buyut kami, seorang ulama Betawi tempo dulu yang namanya dijadikan nama jalan yang membentang di Jembatan Lima, antara Roxi sampai ke jembatan layang Kota. Ahli falak, dengan kitabnya yang masyhur di bidang ini: Sullamun Nairain. Ibu sangat ingin saya menjadi ulama. Ingin saya menjadi penerus kakeknya ibu. Dan ibu senantiasa bilang, "Siapa yang mendoakan ibu kalo nanti sudah meninggal?".Kutipan...