Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak

Menyiapkan Anak Laki-Laki Mimpi Basah (Aqil Baligh)

Dear Parents… Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional ? Mengapa demikian ? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya 'rangsangan' dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi ! Dear Parents… Menyiapkan anak kita memasuki masa baligh adalah tantangan besar bagi ki...

Tanggung Jawab Orangtua dalam Pendidikan Anak

Gambar
Ikuti Kajian Terpadu Ketahanan Keluarga dengan tema Tanggung Jawab Orangtua dalam Pendidikan Anak. Narasumber: Ustadz Bendri Jaisyurrahman. Siapa tak kenal ustadz Bendri Jaisyurrahman. Biasa di panggil ajo Bendri, beliau adalah pakar parenting yang ceramahnya banyak mengambil contoh-contoh dari kehidupan Rasulullah. Kegiatan kajian ini dipersembahkan oleh Rumah Kelurga Indonesia, Ranting Tugu. Kegiatan kajian akan dilaksanakan pada hari Ahad, 5 Maret 2017, pukul 08.30-12.00. Bertempat di Rumah Peduli, Jl. Bhakti No. 55, Tugu, Cimanggis, Depok. (Belakang Klinik Nurul Fikri) Infaq Rp 50.000 perorang, Rp 75.000 untuk suami istri. Registrasi silakan menghubungi: Ides (0856-1666-6984). Hasminar (0812-9642-4646)

Tantangan Pemikiran dalam Dunia Pendidikan

Tantangan Pemikiran dalam Dunia Pendidikan 1. Corruption of Knowledge (Korupsi ilmu pengetahuan) Tentang Islam Islam cuma diartikan dengan "kepasrahan", tidak ada ketaatan dalam pelaksanaan syariat. Iman Beriman dengan cinta, tidak perlu rasa takut, padahal dalam Islam ditekankan masalah takut akan siksa Allah. Puasa Salah mendefinisikan puasa, sehingga dari tahun ketahun tidak berkembang dalam praktik ibadah. Puasa cuma diartikan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Tidak melihat pembahasan lain tentang ibadah di bulan puasa. 2. Confusion - Film abraham, adam, atau nabi lain, tidak sesuai dengan kisah sebenarnya. Misalnya, Hawa diceritakan bersalah karena telah mengajak adam memakan buah (khuldi). Padahal dalam al quran tidak pernah diceritakan bahwa Hawa bersalah mengajak Adam. - Ada seorang profesor di Indonesia yang membahas tentang Tuhan. Ia mengatakan bahwa Tuhan yang dibahas oleh berbagai umat beragama sama. Padahal dalam surat Al Kafiru...

Melatih Anak Menghadapi Kesulitan

Tulisan berikut menceritakan bagaimana pentingnya melatih anak menghadapi kesulitan. Syarat Hidup By: Aditya Mulya Generasi Sebelumnya Ada seorang operations manager dari sebuah client kantor gue – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang, "Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi." "Kok sukanya nasi yang keras Pak?" I cannot help but to ask. "Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan." This may be simple. But this, blew my mind. Dan setelah gue menjadi orang tua, di sini lah gue lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak. "Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal." "Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak." "Waktu kecil, saya belajar ditemani lil...

Ustadz Bendri: Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

🌷Mau berbagi sedikit ilmu yg di dpt saat menghadiri majlis ta'lim, 🌷 pembicara nya adalah ustadz Bendri Jaisyurrahman pakar islamic parenting dan konselor pernikahan. "Peran Ayah dalam pendidikan anak" Ketika ada tenaga medis bukan dokter hanya mantri lantas asal memberi obat jatuh korban maka akan di anggap mal praktek Ketika ada sopir metromini lantas mengendarai pesawat tanpa punya ilmu nya akan di anggap mal praktek. Lalu bagaimana saat ayah dan ibu tidak mempunyai ilmu lantas mereka mempunyai penumpang yang bernama anak --> mal praktek? Menghasilkan : 1⃣Anak2 yang kerdil jiwa nya. Jiwa anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa. 2⃣ Degradasi psikis , akibat nya saat ini lemah. Dari anak2 lemah --> menjadi laki2 lemah--> ayah yang lemah--> mencetak anak2 tidak berkualitas. Anak sekarang hasil penelitian secara psikis setengah umur biologis nya. Anak kuliah berprilaku seperti anak SMP. Anak smp berbicara seperti anak TK "ciyus, miapah,...

Prinsip-prinsip Dasar dalam Mendidik Anak

By. Ustadz Wijayanto. Prinsip2 Dasar: 1.Anak2mu bukan pilihanmu,mereka menjadi anak2mu,bukan karena keinginan mereka,tetapi karena takdir Allah. Lihat QS.28:68, QS.42:49-50. 2.Karena apa yg Allah takdirkan untukmu,maka itulah amanah yg harus ditunaikan. Lihat QS.8:27-28. 3.Orangtua lah yg ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kpd Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. Lihat QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24. 4.Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu,maka bersungguh2lah. Lihat QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78. 5.Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dlm segala hal,tetapi Allah mewajibkan membentuk anak2 yg sholeh terbebas dari neraka. Lihat QS.66:6, QS.46:15. 6.Jangan berharap kebaikan dari anak2mu,bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yg sholeh. Lihat QS.11:46, QS.19:59. 7.Jangan berharap banyak pada anak2mu,bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. Lihat QS.17:24. 8.Didiklah anak2mu s...

Pendidikan Karakter Anak

2 Juni 2013 Pagi ini, pukul 09.30, saya mengikuti acara parenting : Seminar Pendidikan Karakter Anak dan Demo Daya Ingat Super yang diadakan oleh PROCESS Consultant , dengan pembicara Bapak Adhi Arisman, Motivator Dunia Kerja Indonesia . Salah satu materi yang sangat penting adalah salah satu tips membentuk karakter anak : ajarkan anak bagaimana cara melakukan sesuatu, bukan mengerjakan sesuatu untuk anak . Materi ini sebenarnya sudah pernah saya lakukan untuk anak saya, namun menjadi pengingat lagi bahwa hal tersebut harus dilakukan dengan konsisten. Siang hari, sepulang seminar, Yusuf, anak ketiga saya yang masih TK B, akan makan roti tawar yang dioleskan susu. Ketika akan menuangkan susu, dia merasa tidak bisa dan minta tolong saya yang menuangkan. Langsung saya praktikkan ilmu yang saya peroleh di seminar. Saya ajar pelan-pelan bagaimana caranya. Dia mau dan terlihat lebih puas, karena dia yang menuangkan susu.