Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rezeki

Meraih Rezeki yang Digantungkan

Rezeki yang digantungkan adalah rezeki yang akan diberikan kalau kita bersikap atau melakukan sesuatu. Seperti berdagang, bekerja menjadi penjual, menjadi buruh, menjual jasa, dan lain-lain. Terserah pilihan kita masing-masing, kita akan memilih berbisnis atau bekerja di bidang apa. Dari bisnis yang kita jalankan pasti ada untung-ruginya, pekerjaan yang kita geluti juga pasti banyak tantangannya. Semua itu merupakan latihan dalam menempa kesabaran kita untuk menjemput rezeki yang digantungkan. Rezeki yang digantungkan ini, ditentukan oleh sejauh mana ikhtiar seseorang dalam meraihnya. Seharusnya kita tidak boleh malas berikhtiar mencari rezeki, tentu dengan cara yang halal, cara yang diridhai Allah. Mustahil bagi manusia yang memiliki kekuatan fisik dan akal melebihi makhluk lain tidak bertemu dengan rezekinya. Sehingga, jelas bahwa yang sangat dibutuhkkan adalah kegigihan kita untuk berusaha semaksimal mungkin. Dengan segenap potensi yang dimiliki, Insya Allah kita mampu meraih...

Jangan Khawatirkan Rezeki, Fokuskan Taat Kepada Allah

'Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yg diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yg sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yg sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah - dengan hikmahNya - berkehendak menutup salah satu jalan rejekimu, Dia pasti - dengan rahmatNya - membukakan jalan lain yg lebih bermanfaat bagimu._ Imam Ibnul Qayyim Ibnul Qoyyim dilahirkan di Damaskus, Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23 September 1350) adalah seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang hidup pada abad ke-13. Ia adalah ahli fiqih bermazhab Hambali. Disamping itu juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid.