Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sabar

BUAH DARI PAHITNYA KESABARAN

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: ﺗﺠﺮَّﻉ ﺍﻟﺼﺒﺮ، ﻓﺈﻥْ ﻗـﺘﻠﻚَ ﻗـﺘﻠﻚَ ﺷﻬﻴﺪﺍ، ﻭﺇﻥْ ﺃﺣﻴﺎﻙ ﺃﺣﻴﺎﻙ ﻋﺰﻳﺰﺍ. "Teguklah kesabaran, jika kesabaran membunuhmu maka dia membunuhmu dalam keadaan dirimu mati syahid, dan jika kesabaran itu membuatmu tetap hidup maka dia membuatmu tetap hidup dalam keadaan mulia." 📚 Madarijus Salikin, jilid 2 hlm. 159 🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/794781845296713728  

Ikhlas, Sabar, Ikhtiar ....

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR. Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN Ketika kamu harus membayar biaya...

Ketekunan dan Kesabaran

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, "Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah! .." sang anak mulai menangis. Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, "Anakku, ayo ikut ayah". Mereka menyusuri jalan yg jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. "Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah," anaknya terus mengeluh. Akhirnya mereka sampai di ...