Postingan

Menampilkan postingan dengan label Syi'ah

Pandangan Syeikh Hasyim Asy'ari: Madzhab Syi'ah Imamiyyah dan Syi'ah Zaidiyyah adalah Ahli Bid'ah

Gambar
Sejak didirikan pertama kali pada 31 Januari 1926, NU melalui pendirinya Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan rambu-rambu peringatan terhadap paham Syi’ah ini. Peringatan tersebut dikeluarkan agar warga NU ke depan hati-hati menyikapi fenomena perpecahan akidah. Meski pada masa itu aliran Syi’ah belum sepopuler sekarang, akan tetapi Hasyim Asya’ari memberi peringatan kesesatan Syi’ah melalui berbagai karyanya. Antara lain; “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, “Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah,al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”. Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’” memberi peringatan kepada warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham Syi’ah. Menurutnya, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Beliau mengatakan: “Di zaman akhir...

Ustadz Abdul Somad: Beda Ahlus Sunnah dengan Syi'ah

Beda kita dengan syi'ah ada lima menurut Syekh Ali Jum'ah: Syi'ah menambah rukun iman yaitu percaya kepada Imam yang 12. Yang tidak percaya kepada imam 12 kafir. Syi'ah mengatakan bahwa quran sudah diutak atik oleh abu Bakar, U,ar, dan Utsman. Mereka tidak percaya dengan quran yang kita gunakan saat ini. Mereka saat ini pakai juga quran ini sambil menunggu yang asli datang. Syi'ah melaknat sahabat nabi. Contohnya bila disebut nama Abu Bakar, mereka mengatakan : laknatullah 'alaih. Syi'ah mengatakan bahwa Allah itu bada, maknanya setelah Allah mencipta, Dia tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Syi'ah melakukan taqiyah. Bila berkumpul dengan kalangan NU, mereka mengatakan bahawa mereka NU. Bila berkumpul dengan kalangan Muhammadiyah, mereka mengatakan bahwa mereka Muhammadiyah. Kalau sudah banyak baru menunjukkan jati dirinya, Cara mengetahui aliran syi'ah: Awal mula pengajiannya tentang cinta kepada ahlul bait. mengenang kematian Husei...

Penyimpangan Syi'ah

Penyimpangan Syi'ah   Asal-usul Syi’ah Syi’ah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan  radhiyallahu ‘anhu  yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan  radhiyallahu ‘anhu , lalu Abdullah bin Saba’ mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu ‘anhu  karena suatu nash (teks) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu ‘anhu , ...

Kalau Syiah Sesat, Mengapa Mereka Boleh Masuk Tanah Suci?

BERTAHUN-tahun silam pernah diadakan diskusi antara seorang Ustadz dari PP Persis Bandung dengan Jalaluddin Rahmat (tokoh Syiah asal Bandung). Dalam makalahnya, Ustadz Persis itu tanpa tedeng aling-aling membuat kajian berjudul, "Syiah Bukan Bagian dari Islam". Ketika sessi dialog berlangsung, Ustadz Persis itu -dengan pertolongan Allah- mampu mematahkan argumen-argumen Jalaluddin Rahmat. Kejadiannya mirip, ketika dilakukan diskusi di Malang antara Jalaluddin Rahmat dengan Ustadz-ustadz Persis Bangil; ketika merespon lahirnya buku Islam Aktual, karya Jalaluddin Rahmat. Ada satu momen penting menjelang akhir diskusi di Bandung itu. Saat itu Jalaluddin mengatakan, "Kalau memang Syiah dianggap sesat dan bukan bagian dari Islam, mengapa Pemerintah Saudi masih memperbolehkan kaum Syiah menunaikan Haji ke Tanah Suci?" Nah, atas pernyataan ini, tidak ada tanggapan serius dari para Ustadz di atas. Ternyata, Mereka Masih Butuh Tanah Suci (Makkah & Madinah)....