Postingan

Menampilkan postingan dengan label Khutbah Jum'at

Khutbah Jum'at Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim tentang Media Sosial

Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su'ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah jum'at beliau berkata : "Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupan ??? Bacalah ! Peringatan penting !!! Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah. Kita telah menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya. Kenapa hati kita mengeras !!! Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian-kejadian yang dishare di Whatshapp. Hati kita kini mempunyai kebiasaan, yang tak lagi takut pada suatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu. Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan !!! Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari, namun bukan be...

Khutbah Jum'at: Cara Nabi Muhammad Bersyukur

 Khutbah pertama: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah, washsholatu wasaalamu 'ala nabiyyina Muhammadin wa'ala alihi washahbihi ajma'in. Ya ayyhuhalladziina amanut taqullaha haqqa tuqatihi wala tamutuuna illa wa antum muslimun. Amma ba'du Sidang jum'at yang saya muliakan,  Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Allah memerintahkan kita bersyukur: "Wasykuruulii walaa takfuruun", "Bersukurlah kalian kepada-Ku, janganlah kalian ingkar''. Dan kita juga sudah mengetahui keutamaan bersyukur: "La-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna adzabii lasyadiid", "Jika kalian bersyukur, akan Aku tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian, namun jika kalian ingkar, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". Lantas bagaimana cara bersyukur? Dalam khutbah jum'at kali ini khatib akan meyampaikan judul khutbah: Cara Nabi Bersyukur. Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu 'anha , ia berkata:Jika Rasulullah Shallallahu ...

Dosa Jariah

Dosa jariah : perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang kemudian diikuti oleh orang lain, orang yang diikuti mendapat dosa tambahan sebanyak orang yang mengikutinya. Bahaya orang yang mempelopori perbuatan maksiat: “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim). Bahaya mengajak melakukan kesesatan: “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim) (Khutbah Jum'at di Masjid Ulun Nuha , SMAIT Nurul Fikri dengan khotib Ustadz Imron Fauzi)