Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosialisasi

Pengertian Internalisasi

 Internalisasi adalah proses dimana nilai, norma, sikap, atau kepercayaan yang berasal dari luar individu diterima, dipahami, dan diadopsi secara mendalam oleh individu tersebut hingga menjadi bagian integral dari diri mereka. Proses ini sering terjadi secara tidak sadar dan berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan sosial, keluarga, pendidikan, dan media. Dalam konteks sosial, internalisasi membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, sehingga memudahkan mereka untuk berfungsi dengan baik di dalamnya. Dalam konteks psikologis, internalisasi melibatkan pengintegrasian nilai atau keyakinan tertentu ke dalam struktur kepribadian individu, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Contoh internalisasi dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti: Nilai Keluarga : Seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang mengutamakan pendidikan akan cenderung menginternalisasi nilai tersebut dan menjadikanny...

Pengertian Resosialisasi

 Resosialisasi adalah proses di mana seseorang mengubah perilaku, norma, dan nilai-nilai yang telah ada sebelumnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial atau peran baru yang berbeda dari yang pernah dialami sebelumnya. Proses ini biasanya terjadi dalam konteks di mana individu mengalami perubahan signifikan dalam kehidupannya, seperti pindah ke negara baru, bergabung dengan organisasi tertentu, atau kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman penjara. Karakteristik Resosialisasi Perubahan Perilaku: Individu diharapkan mengadopsi perilaku baru yang sesuai dengan lingkungan atau peran baru yang diambil. Penyesuaian Nilai dan Norma: Resosialisasi melibatkan penyesuaian nilai dan norma yang dipegang oleh individu untuk diselaraskan dengan kelompok sosial baru. Pembelajaran: Proses ini sering kali melibatkan pembelajaran formal atau informal tentang cara-cara baru berinteraksi dan bertindak dalam lingkungan baru. Contoh Resosialisasi Militer: Seorang individu yan...

Teori Sosialisasi Looking Glass Self dari Charles Horton Cooley

 Teori sosialisasi l ooking-lass self yang dikemukakan oleh Charles Horton Cooley menyatakan bahwa individu mengembangkan konsep diri mereka dengan mengamati bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain. Menggunakan interaksi sosial sebagai sejenis “cermin", orang menggunakan penilaian yang mereka terima dari orang lain untuk mengukur harga diri, nilai-nilai, dan perilaku mereka sendiri. Konsep diri dibangun bukan dalam kesendirian, melainkan dalam lingkungan sosial. Dengan cara ini, masyarakat dan individu tidak terpisah, melainkan dua aspek yang saling melengkapi dari fenomena yang sama. Proses menemukan diri melihat kaca terjadi dalam tiga langkah: 1. Seorang individu dalam situasi sosial membayangkan bagaimana penampilan mereka kepada orang lain.  2. Individu itu membayangkan penilaian orang lain atas penampilan itu.  3. Individu mengembangkan perasaan tentang dan menanggapi penilaian yang dirasakan tersebut. Dalam praktiknya, prosesnya mungkin terlihat s...

Tahap Sosialisasi menurut George Herbert Mead

George Herbert Mead mengemukakan bahwa diri (self) berkembang melalui proses pengambilan peran ( role taking ) tiga tahap, yaitu preparatory stage , play stage , dan game stage . 1.    Preparatory stage - Mulai lahir sampai hampir 2 tahun - Anak meniru orang di sekitar mereka. Meniru berbicara, meniru tindakan. Mereka mengingat apa yang dibacakan. Anak meniru perkataan atau tindakan tanpa mengerti apa yang ditiru, apakah itu baik atau tidak.     2. Play stage - Umur 2 - 6 tahun - Anak bermain pura-pura, pura-pura menjadi ayah, ibu, dan lain-lain.  - Dalam memainkan suatu permainan, anak belum mengerti dan belum mematuhi aturan main dari permainan tersebut. 3.  Game stage - Umur 7 tahun ke atas - Anak mulai memahami dan mematuhi aturan main. - Anak mulai dapat memainkan permainan yang lebih formal karena mereka mulai memahami perspektif orang lain atau perspektif dari sudut pandang kelompok sosial pada umumnya ( generalized other ). (Sumber: Learn So...

Tipe Sosialisasi

 Ada dua tipe sosialisasi: 1. Sosialisasi formal, berlangsung melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah. 2. Sosialisasi informal, berlangsung dalam pergaulan kekeluargaan atau pertemanan.

Berhati-hati memilih Media Sosialisasi

Kita harus berhati-hati memilih media sosialisasi. Media Massa Pengalaman saya waktu remaja: Saya biasa membaca majalah remaja X. Waktu itu topik yang sedang hangat adalah tentang pendidikan seks. Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa pacaran boleh, berbuat apa saja boleh, asal jangan melakukan yang satu itu. Pada waktu itu, apa yang saya baca menjadi pengetahuan bagi saya dan menjadi norma anutan saya. Dulu saya belum intens belajar Islam. Belum tahu norma tentang pacaran dalam Islam. Setelah baca-baca buku Islam tenyang pacaran, baru tahu ternyata nggak ada pacaran dalam Islam. Alhamdulillah, dulu tidak sampai pacaran. Teman Sepermainan (Peer Group) Saat ini anda tidak pacaran, tapi bergaul dekat dengan teman-teman yang punya pacar. Hati-hati, lama-lama, kalau tidak kuat memegang prinsip, akan ikut-ikutan pacaran. Kata Nabi: bertemanlah dengan penjual minyak wangi, agar dapat mencium bau wanginya.

Berhati-hati memilih Media Sosialisasi

Kita harus berhati-hati memilih media sosialisasi. Media Massa Pengalaman saya waktu remaja: Saya biasa membaca majalah remaja X. Waktu itu topik yang sedang hangat adalah tentang pendidikan seks. Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa pacaran boleh, berbuat apa saja boleh, asal jangan melakukan yang satu itu. Pada waktu itu, apa yang saya baca menjadi pengetahuan bagi saya dan menjadi norma anutan saya. Dulu saya belum intens belajar Islam. Belum tahu norma tentang pacaran dalam Islam. Setelah baca-baca buku Islam tenyang pacaran, baru tahu ternyata nggak ada pacaran dalam Islam. Alhamdulillah, dulu tidak sampai pacaran. Teman Sepermainan (Peer Group) Saat ini anda tidak pacaran, tapi bergaul dekat dengan teman-teman yang punya pacar. Hati-hati, lama-lama, kalau tidak kuat memegang prinsip, akan ikut-ikutan pacaran. Kata Nabi: bertemanlah dengan penjual minyak wangi, agar dapat mencium bau wanginya.

Kenangan Berkesan : Kuliah Sosiologi Perkotaan Bersama Dr. Robert M. Z. Lawang

Kenangan berkesan ini biasa saya ceritakan ketika ingin memotivasi siswa, saat membahas materi faktor pendukung perubahan dan faktor penghambat sosialisasi . Waktu itu, para mahasiswa mendapat tugas membaca materi kuliah sosiologi perkotaan untuk dipresentasikan. Saya mendapat tugas membaca materi terkait perkembangan desa menjadi kota. Saya ingat benar, waktu saya presentasi, teman-teman dan dosen, Dr. Robert M. Z. Lawang , menyimak dengan seksama. Presentasi saya tidak lama. Setelah presentasi, Pak Robert Lawang mengatakan, " Bagus ". Pujian 'bagus' beliau untuk presentasi sederhana dari saya, membuat hati jadi gembira dan menumbuhkan keyakinan bahwa saya " bisa ". Penghargaan Pak Robert Lawang terhadap presentasi yang saya lakukan merupakan salah satu faktor pendukung perubahan , menghargai karya orang lain . Dan memang benar. Sejak saat itu, saya semakin PD untuk berbicara di depan orang lain. Sebelumnya saya kurang PD karena keterbatasan yang saya m...

Kenangan Berkesan : Kuliah Sosiologi Perkotaan Bersama Dr. Robert M. Z. Lawang

Kenangan berkesan ini biasa saya ceritakan ketika ingin memotivasi siswa, saat membahas materi faktor pendukung perubahan dan faktor penghambat sosialisasi . Waktu itu, para mahasiswa mendapat tugas membaca materi kuliah sosiologi perkotaan untuk dipresentasikan. Saya mendapat tugas membaca materi terkait perkembangan desa menjadi kota. Saya ingat benar, waktu saya presentasi, teman-teman dan dosen, Dr. Robert M. Z. Lawang , menyimak dengan seksama. Presentasi saya tidak lama. Setelah presentasi, Pak Robert Lawang mengatakan, " Bagus ". Pujian 'bagus' beliau untuk presentasi sederhana dari saya, membuat hati jadi gembira dan menumbuhkan keyakinan bahwa saya " bisa ". Penghargaan Pak Robert Lawang terhadap presentasi yang saya lakukan merupakan salah satu faktor pendukung perubahan , menghargai karya orang lain . Dan memang benar. Sejak saat itu, saya semakin PD untuk berbicara di depan orang lain. Sebelumnya saya kurang PD karena keterbatasan yang saya m...