Teori Sosialisasi Looking Glass Self dari Charles Horton Cooley

 Teori sosialisasi looking-lass self yang dikemukakan oleh Charles Horton Cooley menyatakan bahwa individu mengembangkan konsep diri mereka dengan mengamati bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain. Menggunakan interaksi sosial sebagai sejenis “cermin", orang menggunakan penilaian yang mereka terima dari orang lain untuk mengukur harga diri, nilai-nilai, dan perilaku mereka sendiri.

Konsep diri dibangun bukan dalam kesendirian, melainkan dalam lingkungan sosial. Dengan cara ini, masyarakat dan individu tidak terpisah, melainkan dua aspek yang saling melengkapi dari fenomena yang sama.

Proses menemukan diri melihat kaca terjadi dalam tiga langkah:
1. Seorang individu dalam situasi sosial membayangkan bagaimana penampilan mereka kepada orang lain. 
2. Individu itu membayangkan penilaian orang lain atas penampilan itu. 
3. Individu mengembangkan perasaan tentang dan menanggapi penilaian yang dirasakan tersebut.

Dalam praktiknya, prosesnya mungkin terlihat seperti ini:

Seseorang bertemu dengan sekelompok rekan kerja baru untuk pertama kalinya. Individu ini percaya dia dapat dengan mudah menunjukkan profesionalisme dan kompetensi kepada orang lain. Selama interaksi dengan rekan kerja barunya ini, individu memperhatikan bahasa tubuh rekannya, pilihan kata, dan reaksi terhadap percakapan. Jika rekan kerja ini memberikan umpan balik positif, seperti mempertahankan kontak mata atau menawarkan jabat tangan yang tegas, keyakinan individu terhadap profesionalisme sendiri akan dijunjung. Namun, jika rekan kerja memberikan umpan balik negatif, seperti mengalihkan pandangan atau meninggalkan percakapan dengan cepat, individu tersebut mungkin mempertanyakan seberapa profesional mereka sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

�JANGAN PERNAH ENGKAU REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN�

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil