pengalaman sosialisasi alya syafi
Calon Suami Idaman
Saat makan malam, mama dan ayah sering menasihatiku. Karena saya dulu pernah bilang ke mama 'wah itu cakep mah'. Lalu kata mereka, jika nanti mencari jodoh, jangan hanya melihat paras atau gantengnya saja.. 'Emangnya ganteng bisa bikin kenyang?'... Carilah orang yang sholeh, bisa jadi imam keluarga, masa depan cerah dan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mendengar nasihat tersebut, saya jadi selalu mengingatnya.
Berkata Baik
Waktu itu saya pernah kelepasan berkata buruk bermaksud untuk lucu lucuan bersama teman2 contohnya seperti 'ihh anjir'. Suatu ketika ibu saya membaca chat di hp saya dengan adik dan teman saya, dan di chat itu terdapat kata-kata buruk tersebut. lalu ibu menasihati saya, jangan pernah berbicara buruk walau dengan teman dekat, karena itu akan menjadi kebiasaan yang selalu kita ucapkan tanpa di sengaja. Jika suatu saat kita mendapat musibah, tanpa sengaja kita akan mengucapkan ucapan yang biasa kita ucapkan. Maka biasakanlah berkata yang baik, seperti berdzikir dan beristighfar sehingga saat kaget, ucapan itulah yang keluar dari mulut kita. Sejak saat itu, saya berusaha memperbaiki ucapan saya.
Waktu Itu Berharga
Suatu ketika, saya belajar sampai larut malam, dan pelajaran itu tidak bisa dipelajari semua. Saya merasa kewalahan. Lalu ibu saya berpesan walau tidak ada ulangan, harus tetap belajar dan mengulang pelajaran yang telah di ajarkan, supaya saat ada ulangan mendadak atau bersamaan dengan ulangan lain, kita sudah siap. 'jangan menyianyiakan waktu karena waktu tidak akan kembali lagi' begitu kata ibu. Mendengar kata-kata itu, saya pun jadi sadar kalau waktu sangatlah berharga.
Saat makan malam, mama dan ayah sering menasihatiku. Karena saya dulu pernah bilang ke mama 'wah itu cakep mah'. Lalu kata mereka, jika nanti mencari jodoh, jangan hanya melihat paras atau gantengnya saja.. 'Emangnya ganteng bisa bikin kenyang?'... Carilah orang yang sholeh, bisa jadi imam keluarga, masa depan cerah dan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mendengar nasihat tersebut, saya jadi selalu mengingatnya.
Berkata Baik
Waktu itu saya pernah kelepasan berkata buruk bermaksud untuk lucu lucuan bersama teman2 contohnya seperti 'ihh anjir'. Suatu ketika ibu saya membaca chat di hp saya dengan adik dan teman saya, dan di chat itu terdapat kata-kata buruk tersebut. lalu ibu menasihati saya, jangan pernah berbicara buruk walau dengan teman dekat, karena itu akan menjadi kebiasaan yang selalu kita ucapkan tanpa di sengaja. Jika suatu saat kita mendapat musibah, tanpa sengaja kita akan mengucapkan ucapan yang biasa kita ucapkan. Maka biasakanlah berkata yang baik, seperti berdzikir dan beristighfar sehingga saat kaget, ucapan itulah yang keluar dari mulut kita. Sejak saat itu, saya berusaha memperbaiki ucapan saya.
Waktu Itu Berharga
Suatu ketika, saya belajar sampai larut malam, dan pelajaran itu tidak bisa dipelajari semua. Saya merasa kewalahan. Lalu ibu saya berpesan walau tidak ada ulangan, harus tetap belajar dan mengulang pelajaran yang telah di ajarkan, supaya saat ada ulangan mendadak atau bersamaan dengan ulangan lain, kita sudah siap. 'jangan menyianyiakan waktu karena waktu tidak akan kembali lagi' begitu kata ibu. Mendengar kata-kata itu, saya pun jadi sadar kalau waktu sangatlah berharga.
Komentar
Posting Komentar