Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial
Standar
7. Siswa akan belajar memahami prinsip-prinsip kesetaraan
Kompetensi Dasar
7.1.0 Memahami
arti penting prinsip kesetaraan untuk menyikapi perbedaan sosial demi
terwujudnya kehidupan sosial yang damai dan demokratis
7.2.0 Menerapkan
prinsip-prinsip kesetaraan untuk mengatasi perbedaan sosial dan mendorong
terwujudnya kehidupan sosial yang damai dan demokratis
Indikator Pencapaian
Kompetensi
7.1.0.1 Menjelaskan konsep masyarakat multikultural
7.1.0.2 Membedakan konsep masyarakat multikultural dan masyarakat
majemuk
7.2.0.1 Menerapkan prinsip kesetaraan
A. Masyarakat Majemuk
Ciri-ciri
masyarakat majemuk (plural society) menurut Pierre van den
Berghe :
1. Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
1. Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
2. Kurang
mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
3. Sering
mengalami konflik.
4. Integrasi
sosial atas paksaan.
5. Dominasi
(penguasaan) suatu kelompok atas kelompok lain.
B. Tipe-tipe/konfigurasi Masyarakat Majemuk
Tipe-tipe/konfigurasi
masyarakat majemuk menurut John S. Furnivall:
1. kompetisi
seimbang : kelompok-kelompok yang ada mempunyai kekuasaan yang seimbang.
2. mayoritas
dominan : kelompok terbesar mendominasi.
Contoh : Indonesia, umat Islam
mayoritas dan memegang kekuasaan.
3. minoritas
dominan : kelompok kecil yang mendominasi.
Contoh:
Masyarakat Nelayan di daerah pantai Jakarta terdiri dari kelompok suku Sunda, Jawa, Bugis, dan Madura. Meskipun mereka besar jumlahnya, namun dalam aktivitas ekonomi dikendalikan oleh kelompok kecil bermodal kuat.
Contoh:
Masyarakat Nelayan di daerah pantai Jakarta terdiri dari kelompok suku Sunda, Jawa, Bugis, dan Madura. Meskipun mereka besar jumlahnya, namun dalam aktivitas ekonomi dikendalikan oleh kelompok kecil bermodal kuat.
4. fragmentasi :
masyarakat terdiri dari banyak kelompok yang kecil, tidak ada yang mendominasi.
C. Latar Belakang Terbentuknya Masyarakat Majemuk
a. Bentuk
wilayah : negara kepulauan.
Terjadi isolasi geografis yang menyebabkan terjadinya kemajemukan suku bangsa / kemajemukan budaya.
Terjadi isolasi geografis yang menyebabkan terjadinya kemajemukan suku bangsa / kemajemukan budaya.
b. Keadaan
geografis : letak yang strategis di antara dua samudra dan dua
benua.
Orang asing masuk ke Indonesia, dengan penjajahan dan perdagangan, terjadi kemajemukan agama.
c. Perbedaan cuaca dan struktur tanah
Perbedaan cuaca dan struktur tanah menyebabkan terjadinya kemajemukan mata pencaharian.
D. Pengaruh Terbentuknya Masyarakat Majemuk terhadap Kehidupan Masyarakat
a. Konflik
Kondisi kemajemukan berpengaruh terhadap munculnya potensi : konflik horizontal.
b. Munculnya sikap primordialisme.
Primordialisme : paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, baik mengenai tradisi, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.
Contoh perilaku primordial :
Orang asing masuk ke Indonesia, dengan penjajahan dan perdagangan, terjadi kemajemukan agama.
c. Perbedaan cuaca dan struktur tanah
Perbedaan cuaca dan struktur tanah menyebabkan terjadinya kemajemukan mata pencaharian.
D. Pengaruh Terbentuknya Masyarakat Majemuk terhadap Kehidupan Masyarakat
a. Konflik
Kondisi kemajemukan berpengaruh terhadap munculnya potensi : konflik horizontal.
b. Munculnya sikap primordialisme.
Primordialisme : paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, baik mengenai tradisi, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.
Contoh perilaku primordial :
- Membentuk partai politik berdasarkan paham,
ideologi, atau keterikatan pada faktor-faktor seperti suku bangsa, agama, dan
ras
- Memberikan prioritas atau perlakuan istimewa kepada
orang-orang yang berasal dari daerah, suku bangsa, agama, atau ras tertentu.
Contoh primordial agama (memegang teguh ajaran dan
norma agama):
Pengiriman Putri Indonesia ke ajang pemilihan Miss Universe, banyak mengalami penolakan dari para pemimpin agama.
Pengiriman Putri Indonesia ke ajang pemilihan Miss Universe, banyak mengalami penolakan dari para pemimpin agama.
c. Munculnya sikap etnosentrisme.
Etnosentrisme : sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.
Contoh sikap etnosentrisme:
Sudah puluhan tahun keluarga Pak Slamet (suku Jawa) merantau di daerah Bitung, Sulawesi Utara. Selama berinteraksi dengan lingkungan barunya, mereka masih memegang prinsip dan budaya asalnya.
d. Munculnya sikap fanatik dan ekstrem.
Fanatik : sangat kuat meyakini ajaran atau mendukung suatu kelompok.
Kerusuhan antarsuporter sepak bola merupakan contoh negatif perilaku masyarakat multikulturalyang didasari : fanatisme.
Ekstrem : fanatik, sangat keras dan teguh
Seorang ekstremis menganggap bahwa hanya pendapat kelompok sendirilah yang benar dan menolak pendapat dari luar kelompoknya.
Dalam kehidupan multikultural, sikap ekstrem tersebut dapat merusak upaya untuk memperkuat proses : integrasi.
Etnosentrisme : sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.
Contoh sikap etnosentrisme:
Sudah puluhan tahun keluarga Pak Slamet (suku Jawa) merantau di daerah Bitung, Sulawesi Utara. Selama berinteraksi dengan lingkungan barunya, mereka masih memegang prinsip dan budaya asalnya.
d. Munculnya sikap fanatik dan ekstrem.
Fanatik : sangat kuat meyakini ajaran atau mendukung suatu kelompok.
Kerusuhan antarsuporter sepak bola merupakan contoh negatif perilaku masyarakat multikulturalyang didasari : fanatisme.
Ekstrem : fanatik, sangat keras dan teguh
Seorang ekstremis menganggap bahwa hanya pendapat kelompok sendirilah yang benar dan menolak pendapat dari luar kelompoknya.
Dalam kehidupan multikultural, sikap ekstrem tersebut dapat merusak upaya untuk memperkuat proses : integrasi.
e. Politik Aliran : ideologi nonformal yang
dianut oleh anggota organisasi politik dalam suatu negara.
Contoh : partai Islam, partai Kristen
Dampak positif dari berkembangnya politik aliran yang terwujud dengan banyaknya partai politik adalah: beragam saluran aspirasi.
Contoh : partai Islam, partai Kristen
Dampak positif dari berkembangnya politik aliran yang terwujud dengan banyaknya partai politik adalah: beragam saluran aspirasi.
E. Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang
terdiri dari banyak kebudayaan dan antara pendukung
kebudayaan saling menghargai satu sama lain.
Jadi,
masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang
menganut multikulturalisme, yaitu paham yang beranggapan
bahwa berbagai budaya yang berbeda memiliki kedudukan
yang sederajat.
F.
Ciri-ciri Masyarakat Multikultural
a. Spirit untuk hidup bersama dalam perbedaan
b. Menerima orang lain yang memiliki ciri sosial yang berbeda
c. Toleransi terhadap perbedaan dan kesederajatan
Perilaku yang Sesuai dengan masyarakat multikultural
a. Bersikap toleran : menghargai kepercayaan / kebiasaan / pandangan yang berbeda.
b. Memiliki pergaulan yang inklusif (terbuka) terhadap kelompok yang berbeda
c. Mengembangkan kebersamaan di antara kelompok-kelompok yang berbeda
Evaluasi
a. Spirit untuk hidup bersama dalam perbedaan
b. Menerima orang lain yang memiliki ciri sosial yang berbeda
c. Toleransi terhadap perbedaan dan kesederajatan
Perilaku yang Sesuai dengan masyarakat multikultural
a. Bersikap toleran : menghargai kepercayaan / kebiasaan / pandangan yang berbeda.
b. Memiliki pergaulan yang inklusif (terbuka) terhadap kelompok yang berbeda
c. Mengembangkan kebersamaan di antara kelompok-kelompok yang berbeda
Evaluasi
Komentar
Posting Komentar