Pengalaman Sosialisasi Yumna Alya X IPA 2

Penjual Pluit Burung
dulu ketika masih SD, saya pernah pergi ke tempat makan setelah pulang les dengan abi & umi saya. abi saya tiba-tiba pergi sediri, jadi saya menunggu di mobil dengan umi. ketika abi kembai, beliau membawa 2 pluit burung bersamanya. ketika ditanya oleh umi dimana abi membelinya, abi saya bercerita tentang seorang kakek tua yang menjual puit dijajaran pengemis muda. karena iba, abi saya membeli beberapa walaupun sebenarnya tidak memperlukan pluit itu. 
karena kejadian ini, saya jadi selalu ingat tentang makna sebenarnya berkerja. walaupun sudah tua, kakek itu tetap lebih memilih berkerja dengan berjualan daripada mengemis. saya juga sangat bangga dengan perlakuan abi saya yang membeli pluit itu untuk menolong sang kakek walaupun sebenarnya ia tidak membutuhkan pluit itu.

menggunakan uang dengan bijak
suatu hari mendekati lebaran, saya meminta sebuah celengan kaleng mahal yang bagus kepada umi saya. jadi umi saya pergi ke mall keesokan harinya untuk membeli celengan itu. di  jembatan penyebrangan menuju mall, umi saya melihat seorang kakek yang menjual celengan tanah liat. si kakek membawa banyak sekali celengan, umi saya sampai tidak percaya badan sekurus itu bisa membawa barang sedemikian banyaknya. karena penasaran, umi saya mendatangi si kakek dan bertanya-tanya. rupanya dia penjual celengan tradisional dan berencana untuk pulkam bertemu cucunya dengan menjual celengan-celengan itu. umi saya bertanya harga celengan tersebut dan menimbang-nimbang. akhirnya umi saya membeli 5 celengan dari kakek itu dan membawanya pulang. 
saya sangat terkesan dan terharu dengan perjuangan si kakek. dan saya sadar bahwa saya bisa menggunakan uang saya dengan lebih bijak. pada akhirnya, celengan akan dibuang juga, jadi kenapa saya harus membeli 1 yang mahal? padahal ada orang yang lebih membutuhkan dan lebih pantas menerima uang tersebut ketimbang mall. 

Ridha Allah Ridha Orangtua
daridulu guru-guru saya suka mengatakan hal ini. Ridha yang diberiakan Orangtua adalah Ridha yang diberikan Allah. jika ortu Ridha, maka Allahpun Ridha. dulu saya tidak mengerti maksud perkataan ini sampai beberapa kali saya mengalaminya sendiri. 
karena hal ini selalu dikatakan, ini selalu mengingtkan saya untuk berbakti kepada orangtua dan bersikap santun. ketika saya sedang marah dengan orangtua saya, maka saya akan mengingat hal ini. saya yakin dengan menerapkan ini maka impian saya akan terkabul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil

Soal UN Sosiologi: Laporan Penelitian