Rasa Cinta Tanah Air Dapat Mengurangi Terjadinya Konflik Sosial di Masyarakat.

Selasa, 19 Agustus 2014 11:51

 

altLemhannas RI mengadakan Dialog Kebangsaan Pimpinan Tingkat Nasional 2014 dengan tema "Cinta tanah air dalam mengurangi konflik sosial di Indonesia," yang bertempat di Gedung Dwi Warna Lt. 3 Lemhannas RI pada Selasa (19/8), pukul 09.00 s/d 10.30 WIB.

 

Pejabat Lemhannas RI yang hadir pada acara tersebut yakni Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A., Deputi Pendidikan Lemhannas RI, Laksamana Muda TNI Ir. Leonardi, Tenaga Pengkaji Bidang Sosbud Lemhannas RI, Prof. Dr. Sudaryono SU, Tenaga Pengajar Bidang Geografi Lemhannas RI, Drs. Sukendra Martha, dan Tenaga Pengkaji Bidang Hukum Lemhannas RI, Irjen Pol Dr. HM. Said Saile, M.Si.


Dalam acara ini dijelaskan, atas dasar rasa cinta tanah air semua konflik sosial yang terjadi di Indonesia haruslah segera diselesaikan. Latar belakang timbulnya berbagai macam konflik sosial di Indonesia kebanyakan diakibatkan oleh faktor ekonomi, politik, pertanahan, serta agama.

 

Maraknya konflik sosial di masyarakat ini bisa dikatakan sebagai sebuah ironi, disaat aspek kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, dan keamanan masyarakat meningkat. Seringkali terjadi distorsi dalam melihat akar permasalahan konflik sosial. Upaya penyelesaian berbagai konflik sosial tersebut haruslah mengutamakan cara-cara yang bersifat dialog. Penyelesaian dengan penegakan hukum adalah upaya terakhir ketika dialog tidak mendapat titik temu.

 

Menurut Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji D.E.A., permasalahan apapun yang muncul di masyarakat harus diselesaikan dengan musyawarah, sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia. "Penyelesaian dengan cara dialog itu mujarab untuk mengatasi konflik. Berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat ternyata bisa diselesaikan dengan musyawarah," jelas Budi Susilo Soepandji.

 

Sependapat dengan Budi Susilo Soepandji, Tenaga Pengkaji Bidang Sosbud Lemhannas RI, Prof. Dr. Sudaryono SU, menjelaskan toleransi adalah upaya yang tepat untuk menghindari terjadinya konflik sosial. "Kalau perbedaan dapat disikapi dengan toleransi, maka konflik dapat dihindari," jelas Sudaryono.

 

Kegiatan ini juga disiarkan langsung oleh TVRI, dengan Prof. Dr. Paulus Wiroutomo sebagai moderator. Dalam Dialog Kebangsaan ini turut hadir pula perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya Kawa Kiby selaku perwakilan Konas Menwa, Noer Hayatie selaku Kabid Informa KOHATI PB HMI, Antonia selaku Asdep Kemenkokesra, Hariyanto Arbi selaku perwakilan HMI Jakarta Raya, Agus Purwandianto selaku Sahli Menkes, Hari Purwanto selaku SESMENRISTEK, Prof. Dr. Aris Poniman selaku Peneliti Utama Badan Informasi Geospasial, dan lain sebagainya.


http://www.lemhannas.go.id/portal/in/berita/178-umum/2447-rasa-cinta-tanah-air-dapat-mengurangi-terjadinya-konflik-sosial-di-masyarakat.html 


Penyebab : 

1. Dilatar belakangi oleh adanya faktor ekonomi, politik, pertahanan dan agama.

2. Sering terjadinya distorsi dalam melihat akar permasalahan konflik sosial.

3. Perbedaan pendapat dan sikap.

 

Akibat :

1. Penyelesaikan segala urusan dengan berdialog/musyawarah.

2. Harus adanya sikap toleransi terhadap sesame manusia.

3. Penyelesaikan terakhir yaitu, menyerahkan akar dari permasalahan kepada penegak hukum bila masalah masih belum bisa terpecahkan.


oleh

Nur Rizpa Naadlirah

XI IPS 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

�JANGAN PERNAH ENGKAU REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN�

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil