Penyimpangan sosial M Afif Thufail

BAHAYA MENCONTEK

Bahaya menyontek
Sadar atau tidak, setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka, menyontek dapat mendatangkan bahaya baik jangka pendek maupun jangka panjang, baik bagi penyontek, yang dicontek maupun institusi itu sendiri.





Bahaya jangka pendek
Siswa menjadi tidak pede dengan jawabannya. Padahal barangkali jawabannya lebih benar daripada milik temannya. Menyontek juga membahayakan diri sendiri karena bila ketahuan guru, bisa dipastikan nilai 0. Bagi yang dicontek, tidak menyesalkah bila yang menyontek mendapat hasil ujian yang lebih tinggi daripada anda yang dicontek? Artinya, kerjasama saat di 'medan perang' ujian adalah kesia-siaan, karena teman anda hanya memanfaatkan diri anda, dan anda tidak sadar telah dimanfaatkan. Hal ini sering terjadi. Yang namanya kompetisi, maka setiap peserta harus bersaing, bukannya malah bekerja sama. Karena yang namanya juara itu hanya dimiliki oleh satu orang, bukan tim / kolektif.

Bahaya jangka panjang
First, we make habbit, then habbit make you. Kata bijak itu tepat menggambarkan fenomena menyontek ini. Bila seorang siswa terbiasa menyontek, maka kebiasaan itulah yang akan membentuk diri. Beberapa karakter yang dapat 'dihasilkan' dari kegiatan menyontek antara lain: mengambil milik orang lain tanpa ijin, menyepelekan, senang jalan pintas dan malas berusaha keras, dan ke-halal-an pekerjaan dipertanyakan. Bisa dipastikan, saat siswa sudah dewasa dan hidup sendiri, tabiat-tabiat hasil perilaku menyontek mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuri, korupsi, manajemen buruk, pemalas tapi ingin jabatan dan pedapatan tinggi.

Penyebab: Adanya budaya nyontek di sekolah adalah kurangnya kejujuran yang ada di diri setiap siswa. Di Indonesia kejujuran merupakan sesuatu yang langka. selain kurangnya kejujuran Kurangnya rasa percaya diri pelajar dalam mengerjakan soal. Biasanya disebabkan ketidaksiapan belajar baik persoalan malas dan kurangnya waktu belajar.

Solusi: Seharusnya dari kecil anak sudah diajarkan mengenai kejujuran dan juga sudah dilatih untuk jujur. Agar kelak dewasa nanti mereka sudah anti terhadap mencontek dan tindakan-tindakan buruk lainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kelas Konseling Orang tua (KKO) untuk Level Kelas 5 dengan Tema : “Persiapan Masa Aqil Baligh Anak pada Rentang Usia Kelas 5 SD"

Umat Sebelum Nabi Muhammad Juga Ada Kewajiban Berpuasa

Penerimaan Calon Perwira PSDP Penerbang TNI Tahun Ajaran 2021

Nonton Bareng Film Taare Zameen Par

Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial

Tak Perlu Ikut Cara Hidup Orang Lain

YAYASAN MAGHFIRAH BINA UMMAT MEMBERIKAN BEASISWA KULIAH 100% TAHUN 2018

New Learning Norm: Menjadi Siswa Unggulan

Responmu Menentukan Kualitas Dirimu