Taujih Ust. Hilmi Aminuddin Saat Open house

Taujih Ust. Hilmi Aminuddin
Open house, sabtu 9 Juli 2016

Diawali oleh Ucapan tahniah dan ucapan permohonan maaf.
Allah SWT, sepanjang tahun menyiapkan momentum recovery, baik itu harian melalui shalat lima waktu, shalat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, juga utk melatih disiplin waktu. Momentum recovery Pekanan melalui shalat Jum'at, ibadah hari Jum'at berbeda nilainya dengan hari-hari yang lain (Sayyidul Ayyam). Momentum recovery tahunan adalah shaum ramadhan agar kembali kepada fitrah, karena Ada manusia yang hidup tanpa kemanusiaan.

Pertama yang terrecovery adalah masalah identitas. Identitas itu sangat penting.
Identitas yang tidak jelas mengakibatkan mudah dilecehkan dan tidak diperhitungkan. Orang lain baru memperhitungkan kita setelah kita marah.
Kedua utk meningkatkan integritas pribadi.
Yang ketiga merecovery kredibilitas.
Kaisar Perancis menutup tempat dugem karena komentar pedas Khalifah Harun Al-Rasyid, komentar saja diperhatikan.
Keempat masalah kapabilitas, sisi intern dan ekstern. Kemampuan Kader harus terus meningkat.
Kelima masalah akseptabilitas di tengah-tengah keummatan dan kemanusiaan. Saat ini umat tidak akrab dengan kita, buktinya hasil pemilu masih rendah. Sejak pemilu 1955 sampai 2014, penerimaan umat terhadap partai Islam dan yang berbasis massa Islam terus menurun. Tahun 1955 yang menang PNI dan tahun 1999 yang menang PDIP. Tahun 1955 partai Islam dan berbasis massa Islam mendapat suara lebih 45%, pada pemilu 2014 mendapat 28%. Kemampuan kita dalam 'alaqoh ijtima'iyah masih rendah. Kader dakwah harus gaul dengan seluruh kekuatan umat dan kemanusiaan. Dan penerimaan publik akan baik bila Kader memiliki identitas, integritas, kredibilitas dan kapabilitas.


Secara operasional sangat tergantung kepada

I. kekuatan motivasi. (niat). Sumber motivasi itu iman/kepercayaan/tsiqoh

Beberapa level utk meningkatkan motivasi.

1. Kalau kita yakin bahwa jalan ini adalah jalan Allah. Jalan lurus ini selalu ada belokan kiri dan kanan, dan di setiap belokan selalu ada yang menggodanya (syaitan).
وان هذ صراطي مستقيما

2. Kalau jalan yang kita tempuh adalah pilihan kita. Murobbi adalah wasilah. Meyakini jalan ini adalah jalan pilihan kita akan meningkatkan motivasi kita.
قل هذه سبيلي


3. Kalau kita menyadari dan meyakini kita dipilih oleh Allah untuk menempuh jalan ini. Kesadaran bahwa kita dipilih Allah utk menempuh jalan ini.
قل انني هداني

II. Masalah orientasi
Luruskan orientasi sebelum beramal


ولكل وجهة هو موليها فاستبقوا الخيرات

III. Masalah integrasi
Islami itu kaffah, tidak mungkin dikerjakan oleh seorang atau satu organisasi. Dakwah adalah keniscayaan, memilih jama'ah dakwah adalah pilihan. Kesempurnaan dakwah akan hadir bila sudah diujung (khilafah). Kita adalah jama'atun minal muslimin bukan jama'atul muslimin. Kita harus toleran dgn organisasi dakwah yang lain. Kita harus menjadi bagian dari mereka, dan mereka harus merasa bagian dari kita.


Untuk memperkokoh integrasi


1. Pendekatan nilai

A. Tawashou bil Haq. Saling menasihati dalam haq, Amar Ma'ruf nahyi munkar, Agar keimanan terjaga.
B. Tawashou bis shobr. Agar bisa memikul beban/tantangan. Beban dakwah harus dipikul banyak orang.
C. Tawashou bil Marhamah. Berbagi beban kehidupan. para qiyadah harus pandai membaca air muka Kader. Harus tahu semua bentuk senyum. Karena apa yang ada di dalam hati, akan tercermin di air muka. Semua air bereaksi dan 75% tubuh kita adalah air.

2. Pendekatan operasional

Selalu melakukan konsolidasi yang didalamnya ada recovery. Kemudian melakukan Koordinasi untuk recovery pembagian tugas, menempatkan orang pada tempat yang pas. Dan Mobilisasi untuk menggerakkan seluruh potensi kader. Kader harus dikerahkan utk melaksanakan tugas. Tidak boleh ada kader yang nganggur. Tidak ada apkiran da'i. Air yang diam akan bau. Pun demikian Kader yang diam akan bau, dan dimulai dari mulutnya. Air laut itu penuh dengan polutan, tapi karena terus bergerak (ombak) maka jadi bersih.

Konsolidasi minimal Kader itu ada di Liqo pekanan, Lailatul katibah (Mabit) dan Mukhoyyam,
dan tujuan mukhayyam adalah:

A. Kesehatan
B. Kebugaran
C. Ketahanan
D. Keterampilan
E. Kedisiplinan

Seluruhnya akan melahirkan Istiqamah (konsistensi), Dinamis dan Soliditas.
Kita akan solid bila kita solider. Mau mendengar ide dan gagasan orang lain, peduli terhadap permasalahan orang lain. Jangan sampai ada kader yang merasa ditinggalkan, merasa tidak diperlukan, sehingga tidak pernah disapa, terutama ketika sedang menghadapi beban berat.

Wallahu a'lam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

�JANGAN PERNAH ENGKAU REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN�

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil