Yusril Ihza Mahendra: Mahkamah Konstitusi Mahkamah Kalkulator
Yusril Sebut MK Mahkamah Kalkulator
Saksi ahli dari tim Prabowo-Hatta, Yusril Ihza Mahendra, menyebut Mahkamah Konstitusi sebagai mahkamah kalkulator. Ahli hukum tata negara ini menuding mahkamah hanya menghitung hasil pemilu presiden tanpa menyentuh persoalan prosedur. "Sudah saatnya dalam menjalankan kewenangannya Mahkamah Konstitusi melangkah ke hal lebih substansial, khususnya dalam kasus perselisihan hasil pemilihan pilpres," ujar Yusril di ruang rapat pleno Mahkamah Konstitusi, Jumat, 15 Agustus 2014.
Yusril membandingkan mahkamah konstitusi dengan lembaga serupa di Thailand. Menurut dia, mahkamah di Thailand menyentuh permasalahan-permasalahan prosedural, tak hanya menghitung selisih angka-angka. "Ada masalah-masalah fundamental, seperti asas pemilu adil, rahasia, jujur, dan langsung," ujar dia.
(https://pemilu.tempo.co/read/599817/yusril-sebut-mk-mahkamah-kalkulator/full&view=ok)
Saksi ahli dari tim Prabowo-Hatta, Yusril Ihza Mahendra, menyebut Mahkamah Konstitusi sebagai mahkamah kalkulator. Ahli hukum tata negara ini menuding mahkamah hanya menghitung hasil pemilu presiden tanpa menyentuh persoalan prosedur. "Sudah saatnya dalam menjalankan kewenangannya Mahkamah Konstitusi melangkah ke hal lebih substansial, khususnya dalam kasus perselisihan hasil pemilihan pilpres," ujar Yusril di ruang rapat pleno Mahkamah Konstitusi, Jumat, 15 Agustus 2014.
Yusril membandingkan mahkamah konstitusi dengan lembaga serupa di Thailand. Menurut dia, mahkamah di Thailand menyentuh permasalahan-permasalahan prosedural, tak hanya menghitung selisih angka-angka. "Ada masalah-masalah fundamental, seperti asas pemilu adil, rahasia, jujur, dan langsung," ujar dia.
(https://pemilu.tempo.co/read/599817/yusril-sebut-mk-mahkamah-kalkulator/full&view=ok)
Komentar
Posting Komentar