Masyarakat Bisa Sakit bila Para Elitnya Salah Langkah

 Apakah negara kita saat ini baik baik saja? Bagaimana menurut anda ? Kita menyaksikan akhir akhir ini ummat Islam yang semula bersahabat dengan aparat, tetiba menjadi saling ancam. Hati hati jangan kita terbawa skenario mereka yang memecah belah bangsa ini dengan dalih persatuan.

      Sebuah masyarakat dikatakan sakit, bila loyalitas masyarakat tersebut kepada materi. Golongan yang berpengaruh dalam masyarakat tersebut adalah para pemilik modal. Corak umum yang berkembang di dalam Masyarakat adalah berkuasanya orang orang yang menyukai kedudukan dan kehormatan. Pola pikir yang berkembang tidak lepas dari kepentingan keluarga, golongan, daerahnya. Pola pikirnya dangkal tidak mendasar, sehingga tidak ada lagi tempat untuk memikirkan masalah masalah besar, apalagi memikirkan ancaman dari luar untuk ukuran sebuah negara ini sangat berbahaya.

     Sebelum terlalu jauh terjerembab mari sama sama kita ingatkan para elit kita agar kembali ke khittahnya bahwa mereka bisa berkuasa karena ada amanat yang harus ditunaikan. Saya mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan akan masyarakat sehat, seperti apa sih masyarakat sehat itu?

      Masyarakat yang dipimpin oleh para cerdik pandai yang memahami segala bentuk ancaman dan pandai mengambil keputusan. Pola pikirnya mendalam serta terfokus pada masalah masalah besar dan hal hal yang menuntut pengorbanan dan kesiagaan. Mari kita perhatikan bersama bagaimana kondisi bangsa kita akhir akhir ini. 

    Apakah bisa dikatakan bangsa ini aman aman saja ? Tentu jawabannya adalah sejauh mana kita peduli pada bangsa ini dan turut berkontribusi agar negara ini terselamatkan. 

-------Salah Langkah!

    Ketika negara ini hidup harmonis tenang dan damai karena mayoritas rakyatnya beragama Islam, ehh tiba-tiba pemerintah sibuk membangun narasi-narasi radikal-radikul tak peduli hal itu menyakiti hati.

    Hari ini harmonisasi kehidupan terasa pahit. Keadilan hukum semakin mahal. Rasa kebersamaan dan persatuan telah dicabik-cabik oleh prilaku penguasa yang semakin tak jelas arah tujuannya kemana-mana.

    Inilah out put dari kepemimpinan oligharki. Yang polanya mementingkan Kelompok dan pemilik modal. Bahkan tidak sedikit yang sebenarnya menabrak berbagai macam aturan hukum.

   Konstitusi dan aturan hukum yang secara prinsip seharusnya jadi alat untuk mengekang kekuasaan, justru hari ini menjadi alat kekuasaan. Bahkan parahnya lagi, aturan hukum dan kekuasaan dijadikan alat untuk mengintimidasi rakyatnya sendiri. Kekuasaan digunakan untuk membunuh kebenaran itu sendiri. Memang dibutuhkam pemimpin yang cerdas yang mampu membaca ancaman dari luar serta pola pikirnya yang mendalam fokus kepada masalah masalah besar.

    Kita tidak tahu sampai kapan ini akan terjadi. Tapi yakinlah, tidak ada kekuasaan yang bertahan lama kalau terus menekan, menindas, semena-mena dan beroposisi terhadap rakyatnya.

    Apalagi, kalau kekuasaan itu digunakan untuk merubah total tatanan nilai yang sudah hidup berurat dan berakar bersama rakyatnya turun temurun. 

   Semoga, kondisi buruk hari ini menemukan titik cahaya kebaikan esok atau di kemudian hari. Negeri ini lahir dan berdiri dari hasil perjuangan rakyat. Sekali khianati dan sakiti rakyat,  maka yakinlah akan ada massanya nanti rakyat akan bangkit untuk mengambil alih hak dan kedaulatannya kembali secara konstitusional. Ini hanya masalah waktu saja. InsyaAllah. 

Salam Indonesia  !

Penulis : I.Muqadamah

---------------

Ref : 

Misteri Masa Kelam Islam (Dr Irsan AlKilani) Hal: 293 dan Sumber Lain Yg Sesuai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

�JANGAN PERNAH ENGKAU REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN�

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil