Keyakinan tentang Tuhan harus Bersumber dari Wahyu yang Valid dan Keotentikannya Terjaga

 مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا


Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.(QS Al Kahfi : 5)


مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka


Keyakinan tentang Tuhan harus benar bersumber dari wahyu yang valid dan keoutentikannya terjaga.

Kemusyrikan umumya terjadi karena taklid buta, mengekor dan mengikuti tradisi dan kepercayaan leluhur yang tidak dibangun oleh dasar ilmu yang yakin dari Allah SWT

Ilmu atau pengetahuan yang memadai harus menjadi dasar keimanan seseorang


كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta


Pendapat atau keyakinan yang menyatakan Allah mempunyai anak adalah suatu persoalan yang tidak sepele. Karena terkait klangsung dengan Allah SWT para tokoh dan pendukungnya dalam hal ni tervonis bersalah danmelakukanb kebohongan publik

Kekufiran dan kemusyrikan juga disuarkan dan didakwahkan oleh para pengikutnya secara kontinyu dan berkesimbungan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Menerima Surat Pribadi Prabowo Subianto

Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

Konflik Partai Golkar

Pandangan Ustadz Fadlan Mengenai Kerusuhan Tolikara

Kehancuran Suatu Negeri

Konflik Suku Dayak dan Madura

�JANGAN PERNAH ENGKAU REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN�

Pendidikan Karakter Berbasis Neuro Science

Konflik Sosial: Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya

Hati-hati dengan Wara' Jahil