Postingan

Dampak Globalisasi terhadap Perubahan Gaya Hidup pada Masyarakat Kampung Komboi Distrik Warsa Kabupaten Biak Numfor

a. Makanan tradisional => Makanan: ayam goreng, steak,bistik, pizza dan burger b. Cara berpakaian: rapat dan longgar dengan memperhatikan bentuk, corak dan warna. => ketat dan terbuka untuk memperlihatkan garis tubuh atau bahkan menampakkan sebagian anggota tubuh. c. Warna rambut: hitam => pirang, cokelat, kemerah-merahan, kuning atau bahkan trend warna rainbow; memanjang menyerupai wanita atau hanya dibuat panjang sebagian. Menindik telinga dan memasang anting-anting seperti perempuan serta menato sebagian tubuh. d. Perawatan tubuh hanya menjadi kebiasaan perempuan => Laki-laki sekarang juga gemar melakukan perawatan tubuh sama seperti yang perempuan lakukan, pergi ke tempat fitness atau pusat kebugaran untuk membentuk otot dan tubuh. Bahkan, salon dan spa yang biasanya hanya dipenuhi oleh kaum perempuan saja, sekarang juga banyak didatangi oleh kaum pria. e. Gotong royong => individualis f. permaian tradisional seperti kelereng dan petak umpet bersama dengan teman-tema...

Pancasila di Era Globalisasi

 Pancasila di Era Globalisasi 1. Fungsi Pancasila dalam kehidupan masyarakat-bangsa-negara 2. Sejarah Pancasila: dasar dan bentuk negara 3. Peran Pancasila dalam era globalisasi Oleh Dr. H. Mulyanto, M.Eng Anggota MS-PKS Wakil Ketua Fraksi PKS, DPR RI

Qur'an Surat Al-Hasyr Ayat 11-17 Ciri-ciri Penentang Dakwah

Surat Al-Hasyr Ayat 11   أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: " Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu ". Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. - saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: Yahudi bani nadir - bani nadir dikepung kaum muslim karena berencana membunuh Rasulullah - bani nadir menyerah, menerima hukuman diusir dari Madinah OPORTUNIS Surat Al-Hasyr Ayat 12 لَئِنْ أُخْرِجُوا لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئ...

Gender

  Gender   berasal dari bahasa Latin, yaitu   "genus" , berarti tipe atau jenis. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.  Karena dibentuk oleh sosial dan budaya setempat, maka gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (tren) dan tempatnya. Gender ditentukan oleh sosial dan budaya setempat sedangkan seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan

Kekerasan Gender

  Selanjutnya bahwa KBG adalah tindakan kekerasan yang berlandaskan pada asumsi gender dan atau seksual tertentu. Jika ada tindak kekerasan yang ketika ditelusuri lebih dalam ternyata memuat niatan atau maksud yang melecehkan korban berdasarkan asumsi gender dan seksual, maka itulah KBG. Jika motiv atau niatannya sama sekali tidak berkaitan dengan gender dan seksual, maka itu kategori kekerasan umum.

Ketimpangan Gender

  Ketimpangan gender adalah kondisi dimana terdapat ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di berbagai sektor kehidupan banyak indikator menunjukkan perempuan tertinggal dibandingkan laki-laki dalam hal memperoleh kesempatan, peluang serta hasil-hasil pembangunan.

Kesenjangan Gender

  Suatu istilah yang mengacu kepada perbedaan-perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam akses ke dan kontrol atas sumber-smber daya penting, perbedaan dalam pekerjaan dan upah dimana laki-laki menerima lebih banyak dibandingkan permepuan. Selain itu terkandung juga dalam kesenjangan gender ini yaitu ketidak-seimbangan hubungan antara perempuan dan laki-laki di dalam proses pembangunan, dimana perempuan tidak berpartisipasi dalam proses pembangunan (merencanakan, memutuskan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi).