Pengalaman Sosialisasi Hasna Salsabila X IPA 2

Nasi Penuh Kotoran

Waktu SD aku pernah dikasih tahu oleh ayahku untuk tidak mencontek. Ayah juga memberitahu keburukan mencontek. "ibarat hasil mencontek itu seperti nasi yang banyak tapi diberi kotoran-kotoran menjijikan. sedangkan kalau tidak mencontek seperti nasi yang sedikit tapi nasi nya bersih dan putih," kata Ayah. Maksudnya nasi banyak dengan penuh kotoran adalah kita mendapat nilai yang banyak atau bagus tapi bukan hasil dari kita sendiri, Lebih baik jika kita bekerja keras, berjuang sendiri walaupun hasilnya dengan hasil yang sedikit.

Jadilah Perhiasan Yang Mulia

Zaman itu sedang banyaknya berita anak muda (usia SMP) yang menyimpang. seperti biasa Ayah memberitahuku dengan cara halus yaitu mengibaratkan sesuatu. "alhamdulillah anak ayah nggak kayak gitu (perilaku menyimpang). ya semoga aja sih..," kata ayah. ayah selalu membuka suatu nasihat dengan pujian pujian kepada aku dan adik-adikku. "Coba bila liat perhiasan yang ada di pasar sama belian yang ada di tempat tempat jual perhiasan ternama, apa bedanya," lanjutnya. "nggak ada bedanya, sama sama ngejual perhiasan lah," kataku. Ya aku nggak berfikir terlalu jauh lah, namanya toko perhiasan pasti jual perhiasan. "bukan bil, kalau toko perhiasan yang di pasar, semua orang pasti udah megang perhiasannya, udah dipake-pake. tapi liat kalo di tempat jual perhiasan ternama pasti ditaro di tempat kaca, Gaada yang berani megang, orang juga takut ngedeketinnya karena takut dompetnya nggak memenuhi harganya," katanya. Jadi ayah mengibaratkan wanita itu seperti perhiasan yang di pasaran dan di tempat perhiasan ternama.

Memberi Tempat Duduk

Suatu sore, guruku sangat lelah dengan hari yang dilaluinya itu. begitu banyak tugas sehingga membuatnya lelah.begitu dia naik kereta, keretanya sangat penuh. akhirnya dia terpaksa berdiri. Setelah melewati beberapa stasiun, akhirnya guruku kebagian tempat duduk. baru saja ia mendapat tempat duduk di stasiun setelahnya masuk seorang nenek yang sudah tidak kuat tubuhnya masuk. karena kereta penuh akhirnya si nenek ini berdiri. tak ada orang di sekitarnya yang memberikannya tempat duduk. guruku melihat kejadian tersebut. Ia melihat kanan dan kiri nya dan menunggu sebentar, apakah ada yang akan memberinya tempat duduk. tapi ternyata nihil. guruku menitipkan tas ke orang sebelahnya, "Tolong titip tas saya sebentar". lalu guruku berjalan dari tempat duduknya ke tempat nenek itu berdiri. jaraknya cukup jauh. "nek, disana ada tempat duduk kosong," kata guruku. guruku memberikan tempat duduknya dan mengalah kepada nenek itu. ia menahan rasa lelahnya dan kembali berdiri. Ternyata, satu gerbong melihat kearah guruku yang sedang menuntun nenek itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai-nilai Budaya Kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Masa Gubernur Anies Baswedan

Do'a Mohon Cinta Allah

Cara Setting Blogger agar Bisa Posting dengan Email

Latihan Soal UN Lembaga Sosial

konflik sosial, penyebab, dan solusi: tawuran antar sekolah

Tukul

Mengenang Olga Syahputra: Artis Dermawan

Berbagai Perilaku Kenakalan Remaja yang Mengkhawatirkan (M. Nabil Abdullah N | X IIS 1)